Jumat, 29 Agustus 2008

Doa seorang AYAH (Jend. Douglas Mc. Arthur)


Pada masa Perang Dunia Kedua, tepatnya bulan Mei 1952, seorang jenderal
kenamaan, Douglas Mac Arthur, menulis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang
saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang
ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul “Doa untuk
Putraku”. Inilah isi puisi tersebut:

Tuhanku ...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui,
manakala ia lemah.
Dan cukup berani menghadapi dirinya sendiri, manakala dia takut.
Manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan, jujur dan rendah hati
serta berbudi halus dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang hasrat-hasratnya tidak
menggantikan yang mati, putera yang selalu mengetahui Engkau, dan insyaf
bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan.

Tuhanku ...
Aku mohon agar puteraku jangan dibimbing dijalan yang mudah dan lunak,
tetapi dibawah tekanan dan desakan kesulitan dan tantangan. Didiklah
puteraku supaya teguh berdiri diatas badai serta berbelas kasihan
terhadap mereka yang gagal.
Bentuklah puteraku supaya menjadi manusia yang berhati jernih, yang
cita-citanya tinggi. Putera yang sanggup memimpin dirinya sendiri
sebelum berhasrat memimpin orang lain.
Putera yang menjangkau hari depan namun tidak pernah melupakan masa
lampau.

Dan setelah itu menjadi miliknya, aku mohon agar puteraku juga diberi
perasaan jenaka, agar dia dapat serius tanpa dirinya terlampau serius.
Berilah dia juga kerendahan hati agar dia dapat selalu ingat pada
kesederhanaan dan keagungan asli, pada sumber kearifan dan pada
kelembutan juga pada kekuatan asli.
Dengan demikian maka, aku ayahnya, akan memberanikan diri dan berbisik :
"Hidupku tidak sia-sia".

Pembaca yang budiman,
Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas MacArthur tersebut merupakan sebuah
puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang
mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu
menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab
atas kehidupannya sendiri.
Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: “Janganlah pimpin putraku
di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan
godaan, kesulitan dan tantangan.” Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal
sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas.
Seperti kata mutiara berikut ini: “Kalau Anda lunak pada diri
sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun, kalau Anda keras pada diri
sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.”
Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang destruktif, merusak,
dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras
dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakan
kehidupan sukses yang gemilang, hidup penuh kebahagiaan!!
Selamat berjuang!!!
Salam sukses luar biasa!!!

PENERIMAAN ANGGOTA BARU TA. 2008/2009


Untuk menjadi anggota Resimen Mahasiswa diperlukan persyaratan sebagai berikut :
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN

      1. Warga Negara Republik Indonesia

      2. Sehat yang dinyatakan dengan keterangan dokter untuk mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa.

      3. Berkelakuan baik yang dinyatakan secara tertulis dari Polri setempat

      4. Pernyataan sukarela dan kesanggupan aktif minimal 2 tahun dalam Resimen Mahasiswa

      5. Pernyataan ijin orang tua atau wali bagi yang berumur dibawah 21 tahun.


Informasi & Pendaftaran :

Mako Menwa Mahawarman Kompi BS Unjani

Kampus Unjani Cimahi Jl. Terusan Jend. Soedirman 148 (Barat Lap. Basket)

Come On.. Join With Us..




Kursus Pelatih (Suspelat) Menwa se-Indonesia

Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur Satuan 803 Universitas Brawijaya Malang mengadakan kegiatan Kursus Pelatih (Suspelat) Menwa se-Indonesia. Kegiatan Suspelat ini merupakan kegiatan yang ke-21 yang diikuti oleh 94 peserta mewakili 50 perguruan tingi se-Indonesia. Bertempat di Dodik Belanegara malang, Jawa Timur, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 smpai 23 Juli 2008. Dari 94 peserta tersebut juga termasuk 6 orang dari Mahawarman yang terdiri dari 5 perwakilan dari Yon XI/UPI dan 1 orang dari Kompi BS Unjani (Sdra. Gintu M. Jur. IP '07).
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan anggota Resimen Mahasiswa agar mengerti akan tugas dan fungsi serta tanggunga jawab Pelatih di satuan Resimen Mahasiswa sehingga dapat mendukung tugas dan pekerjaan kepelatihan. Adapun materi pelatihan ini antara lain adalah Etika dan Kejiwaan Pelatih, Psikologi Pelatih, Kepemimpinan Lapangan, Sistem Pembinaan Latihan, CMI, Binlatsat, Teknik penyelenggaraan latihan, Teknik Survey dan Analisa Daerah Latihan (ADL), Lanjutan Materi Dikdasar dan materi tambahan lainnya meliputi Outbond, serta kunjungan ke Lokasi Wisata Coban Rondo Malang serta Lanud Abdurahman Saleh. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk menambah wawasan kepada calon-calon Pelatih Resimen Mahasiswa se-Indonesia tentang matra udara, dan diharapkan para kursus pelatih Menwa tersebut nantinya dapat menyebarluaskan matra udara ini kepada calon-calon anggota Menwa se-Indonesia sehingga timbul kecintaan terhadap kedirgantaraan, khususnya TNI Angkatan Udara.
Dalam kesempatan tersebut Kadisops memaparkan tentang sejarah Lanud Abd Saleh serta menjelaskan kekuatan pesawat yang ada di Lanud Abd Saleh saat ini. Kolonel Penerbang Ismet merasa bangga dan merupakan suatu kehormatan bahwa Menwa "Maha Surya" Jawa Timur telah memilih Lanud Abd Saleh sebagai tempat kunjungan bagi peserta Kursus Pelatih Menwa se-Indonesia. Lebih lanjut Kolonel Ismet dalam hal ini mewakili Komandan Lanud Abd Saleh Marsekal Pertama TNI Irawan Supomo, SE. SIP, mengharapkan kepada peserta pelatihan Menwa untuk selalu menegakkan disiplin sebagaimana yang diterapkan di lingkungan TNI, karena dengan disiplin, kita akan mematuhi semua peraturan yang berlaku di negara ini dan tidak akan melakukan hal-hal yang tidak dinginkan. "Hal ini mengingat Resimen Mahasiswa merupakan salah satu kekuatan cadangan dalam sistem Pertahanan Nasional", tegasnya. Kunjungan yang dilaksanakan selama satu hari ini, diakhiri dengan Joy Flight menggunakan pesawat Hercules keliling kota Malang.

PENGENALAN OUTBOUND


Pelatihan Outward Bound mula-mula diciptakan oleh Dr. Kurt Hahn Pada tahun 1941 di Inggris. Beliau adalah seorang pelatih yang percaya bahwa pada setiap orang terdapat potensi diri yang tinggi namun banyak orang yang tidak menyadarinya. Jadi point pada pelatihan Outbond adalah penggalian potensi diri dari setiap peserta.

Outbound Management Training ( OMT ) yaitu suatu bentuk pelatihan management yang diselenggarakan dialam terbuka dengan bermacam-macam games, baik personal games maupun team games. OMT ini sangat diminati oleh banyak perusahaan karena merupakan suatu upaya pihak management untuk meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang tangguh dan handal.Kegiatan OMT ini merupakan sarana pelatihan pengembangan potensi, kreatifitas, inovasi dan motifasi dalam bekerja, sekaligus dapat sebagai penghilang stress karena rutinitas sehari-hari yang penuh tekanan, juga dapat sebagai sarana meningkatkan hubungan emosional ( team work ) diantara para karyawan itu sendiri.
Laporan Observasi / Personal Report akan diberikan mencakup didalamnya:

- Intrapersonal: Kesadaran Emosi, Kepercayaan diri, Kontrol diri, Inisiatif, Adaptabilitas, Optimisme.

- Interpersonal: Memahami orang lain, Orientasi pelayanan, Mengembangkan orang lain, Komunikasi, Kepemimpinan, Mempengaruhi orang lain, Kerjasama team, Pengendalian konflik / Problem solving, Membina ikatan.

- Intelektual: Kreatifitas diri, Flexsibilitas, Komunikasi, Analisi, Perencanaan, Membuat keputusan, Daya ingat dan konsentrasi, Kemampuan visual motorik.

Debrief / diskusi akan dilakukan pada setiap akhir suatu kegiatan untuk menggali nilai nilai yang di peroleh saat training. Penekanan pada proses belajar merupakan hal yang penting, selanjutnya peserta akan mendapat kesempatan untuk mengaplikasikanya pada kegiatan berikutnya. Metode “ Learning by Doing “ yang dipakai dalam training akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengevaluasi pada aktifitas yang telah di lakukan agar dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi dan tantangan berikutnya. Konsep ini dipakai dan sangat efektif dalam kegiatan Outbond.