Kamis, 26 Februari 2009

Menwa Harus Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara




Sebagai komponen terlatih, resimen mahasiswa (Menwa) mendesak Departemen Pertahanan (Dephan) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) agar menempatkan unsur Menwa dan alumni sebagai satu kesatuan komponen cadangan pertahanan negara. Karena itu, kedua unsur lembaga tinggi negara tersebut diharapkan dapat mengkaji kedudukan Menwa dan alumni di dalam rancangan Undang-undang (RUU) Komponen Cadangan Pertahanan Negara.

Demikian salah satu pernyataan sikap Menwa dan alumni yang tergabung dalam Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (ARMI), saat Apel Besar Alumni Menwa se-Indonesia dalam rangka memperingati hari Bela Negara ke-59 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/2). Selain menyampaikan permintaan tersebut, Menwa dan ARMI juga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap lain, diantaranya mendesak kepada penyelenggara negara agar mendefinisikan kembali arah reformasi sesuai dengan Pembukaan UUD-45 dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dasar budaya bangsa.

Kemudian Menwa dan ARMI juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh arus globalisasi yang dapat merusak budaya bangsa dengan mengatasnamakan demokrasi, hak azasi manusia, maupun lingkungan hidup. Menwa dan ARMI juga mendesak kepada penyelenggara negara agar selalu waspada terhadap berbagai bentuk ancaman dan gangguan. Karena itu, peyelenggaran negara harus memberikan pembekalan pendidikan bela negara non militer sedini mungkin. Terakhir, Menwa dan ARMI siap mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa sesuai nilai-nilai kejuangan, kompetensi dasar, dan keterampilan yang ada.

Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, yang bertindak sebagai Inspektur Apel Akbar, mengaku sangat bangga dengan pernyataan sikap yang disampaikan Menwa serta alumninya.

Pernyataan sikap Menwa dan ARMI ini, menurut Mardiyanto, sangat penting mengingat saat ini banyak generasi muda yang telah lupa dan seakan larut dalam globalisasi. Padahal, di tengah derasnya arus globalisasi, bangsa Indonesia membutuhkan peran serta anak bangsa dalam membangun negara, khususnya dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu, ia berharap kepada Menwa dan ARMI dapat memberikan pemikiran-pemikiran yang segar kepada negara serta mampu mendidik kader-kader muda sehingga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. "Wawasan kebangsaan dengan upaya bela negara perlu ditingkatkan untuk memperkokoh dan mempertahankan keutuhan NKRI," ujar Mardiyanto.


Sumber : Beritajakarta.Com 20/02/2009

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun



Keluarga Besar Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya : Brigjen TNI (Purn) Hindarto Joesman, dr., Sp. THT, mantan Rektor Unjani Periode 1999-2006, dalam usia 72 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pada hari Minggu, 22 Februari 2009 pukul 14.30 wib, dan akan dimakamkan di Taman Bahagia Cikutra Bandung pada hari Senin, 23 Februari 2009 pukul 11.00 wib. Semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT. diampuni segala dosanya, dilipatgandakan semua amal kebaikannya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir dan bathin. Amin

Menwa UNS Gelar Lomba Lari 11K Open se-Jawa Bali

Rabu, 11 Februari 2009 | 21:40 WIB

SOLO, RABU — Resimen Mahasiswa Satuan 905 Jagal Abilawa menyelenggarakan Lomba Lari 11K Open se-Jawa Bali. Kegiatan ini akan digelar 15 Maret 2009 dan bertempat di lingkungan Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Ketua Panitia Lomba Lari 11K Whalsen AL mengatakan, lomba dibagi dalam tiga kategori, yakni umum putra, pelajar putra, dan umum putri. "Kami menargetkan 2.000 peserta akan bergabung dalam lomba ini," katanya, Rabu (11/2)

Ditambahkannya, kegiatan ini bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Surakarta dan merupakan kegiatan unggulan dalam rangkaian Dies Natalis UNS Solo.

Sumber : Kompas.Com

MENWA BAGIAN DARI SISTEM PERTAHANAN NEGARA

Kamis, 12 Februari 2009

Walaupun organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) saat ini semakin menyempit, namun keberadaannya masih sangat dibutuhkan oleh oragnisasi yang lebih besar dalam penerapan sistem pertahanan negara. Hal ini antara lain dikatakan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno, S.IP M.Sc, ketika membuka Pendidikan Dasar angkatan ke-60 dan Suskalak angkatan ke-25 Resimen Mahasiswa “Mahasurya” Jatim, pada Senin (9/2) di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya Malang.

Selanjutnya mantan Komandan Paspampres ini mengatakan, sejak terjadinya reformasi beberapa tahun yang lalu sampai dengan sekarang, mayoritas generasi muda pada umumnya lebih mudah distir pada kegiatan yang bernuansa politik. Mereka mudah dipengaruhi dan dibelokkan haluannya hanya untuk membela kepentingan perorangan maupun kelompok tertentu dengan melakukan tindakan destruktif dan anarkis, walau dengan imbalan ala kadarnya.

Seperti halnya yang terjadi di Sumatera Utara baru-baru ini membuat kita semua prihatin dan tidak seharusnya terjadi. Pria kelahiran Purworejo 3 Mei 1955 ini juga memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang besar kepada pimpinan perguruan tinggi dan segenap Mahasiswa yang saat ini datang kelembaga pendidikan Dasar dan Suskalak atas permintaan sendiri, juga ada yang dibiayai perguruan tinggi masing-masing, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam kondisi seperti ini masih ada animo dan semangat dari generasi muda dalam membela NKRI.

Organisasi Menwa merupakan salah satu wadah penyaluran potensi Mahasiswa dalam rangka bela negara melalui kegiatan olah keprajuritan. Anggota Menwa pada hakekatnya sama dengan mahasiswa yang lain, akan tetapi mereka mempunyai kelebihan tertentu dalam sikap, disiplin dan komitmennya terhadap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI.

Sedangkan kegiatan pendidikan tersebut bertujuan untuk membentuk fisik, sikap dan mental setiap calon Menwa, serta memberi ketrampilan dasar olah keprajuritan, untuk mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Diharapkan setelah menerima semua materi dari pendidikan, Menwa nantinya memiliki rasa kebanggaan yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya, semangat pantang menyerah, dan cinta terhadap tanah airnya. Memiliki pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, sehingga dapat menerapkan apa yang menjadi hak maupun kewajiban selaku warga negara.

Sumber: Puspen TNI

Jumat, 29 Agustus 2008

Doa seorang AYAH (Jend. Douglas Mc. Arthur)


Pada masa Perang Dunia Kedua, tepatnya bulan Mei 1952, seorang jenderal
kenamaan, Douglas Mac Arthur, menulis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang
saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang
ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul “Doa untuk
Putraku”. Inilah isi puisi tersebut:

Tuhanku ...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui,
manakala ia lemah.
Dan cukup berani menghadapi dirinya sendiri, manakala dia takut.
Manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan, jujur dan rendah hati
serta berbudi halus dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang hasrat-hasratnya tidak
menggantikan yang mati, putera yang selalu mengetahui Engkau, dan insyaf
bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan.

Tuhanku ...
Aku mohon agar puteraku jangan dibimbing dijalan yang mudah dan lunak,
tetapi dibawah tekanan dan desakan kesulitan dan tantangan. Didiklah
puteraku supaya teguh berdiri diatas badai serta berbelas kasihan
terhadap mereka yang gagal.
Bentuklah puteraku supaya menjadi manusia yang berhati jernih, yang
cita-citanya tinggi. Putera yang sanggup memimpin dirinya sendiri
sebelum berhasrat memimpin orang lain.
Putera yang menjangkau hari depan namun tidak pernah melupakan masa
lampau.

Dan setelah itu menjadi miliknya, aku mohon agar puteraku juga diberi
perasaan jenaka, agar dia dapat serius tanpa dirinya terlampau serius.
Berilah dia juga kerendahan hati agar dia dapat selalu ingat pada
kesederhanaan dan keagungan asli, pada sumber kearifan dan pada
kelembutan juga pada kekuatan asli.
Dengan demikian maka, aku ayahnya, akan memberanikan diri dan berbisik :
"Hidupku tidak sia-sia".

Pembaca yang budiman,
Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas MacArthur tersebut merupakan sebuah
puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang
mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu
menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab
atas kehidupannya sendiri.
Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: “Janganlah pimpin putraku
di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan
godaan, kesulitan dan tantangan.” Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal
sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas.
Seperti kata mutiara berikut ini: “Kalau Anda lunak pada diri
sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun, kalau Anda keras pada diri
sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.”
Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang destruktif, merusak,
dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras
dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakan
kehidupan sukses yang gemilang, hidup penuh kebahagiaan!!
Selamat berjuang!!!
Salam sukses luar biasa!!!

PENERIMAAN ANGGOTA BARU TA. 2008/2009


Untuk menjadi anggota Resimen Mahasiswa diperlukan persyaratan sebagai berikut :
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN

      1. Warga Negara Republik Indonesia

      2. Sehat yang dinyatakan dengan keterangan dokter untuk mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa.

      3. Berkelakuan baik yang dinyatakan secara tertulis dari Polri setempat

      4. Pernyataan sukarela dan kesanggupan aktif minimal 2 tahun dalam Resimen Mahasiswa

      5. Pernyataan ijin orang tua atau wali bagi yang berumur dibawah 21 tahun.


Informasi & Pendaftaran :

Mako Menwa Mahawarman Kompi BS Unjani

Kampus Unjani Cimahi Jl. Terusan Jend. Soedirman 148 (Barat Lap. Basket)

Come On.. Join With Us..




Kursus Pelatih (Suspelat) Menwa se-Indonesia

Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur Satuan 803 Universitas Brawijaya Malang mengadakan kegiatan Kursus Pelatih (Suspelat) Menwa se-Indonesia. Kegiatan Suspelat ini merupakan kegiatan yang ke-21 yang diikuti oleh 94 peserta mewakili 50 perguruan tingi se-Indonesia. Bertempat di Dodik Belanegara malang, Jawa Timur, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 smpai 23 Juli 2008. Dari 94 peserta tersebut juga termasuk 6 orang dari Mahawarman yang terdiri dari 5 perwakilan dari Yon XI/UPI dan 1 orang dari Kompi BS Unjani (Sdra. Gintu M. Jur. IP '07).
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan anggota Resimen Mahasiswa agar mengerti akan tugas dan fungsi serta tanggunga jawab Pelatih di satuan Resimen Mahasiswa sehingga dapat mendukung tugas dan pekerjaan kepelatihan. Adapun materi pelatihan ini antara lain adalah Etika dan Kejiwaan Pelatih, Psikologi Pelatih, Kepemimpinan Lapangan, Sistem Pembinaan Latihan, CMI, Binlatsat, Teknik penyelenggaraan latihan, Teknik Survey dan Analisa Daerah Latihan (ADL), Lanjutan Materi Dikdasar dan materi tambahan lainnya meliputi Outbond, serta kunjungan ke Lokasi Wisata Coban Rondo Malang serta Lanud Abdurahman Saleh. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk menambah wawasan kepada calon-calon Pelatih Resimen Mahasiswa se-Indonesia tentang matra udara, dan diharapkan para kursus pelatih Menwa tersebut nantinya dapat menyebarluaskan matra udara ini kepada calon-calon anggota Menwa se-Indonesia sehingga timbul kecintaan terhadap kedirgantaraan, khususnya TNI Angkatan Udara.
Dalam kesempatan tersebut Kadisops memaparkan tentang sejarah Lanud Abd Saleh serta menjelaskan kekuatan pesawat yang ada di Lanud Abd Saleh saat ini. Kolonel Penerbang Ismet merasa bangga dan merupakan suatu kehormatan bahwa Menwa "Maha Surya" Jawa Timur telah memilih Lanud Abd Saleh sebagai tempat kunjungan bagi peserta Kursus Pelatih Menwa se-Indonesia. Lebih lanjut Kolonel Ismet dalam hal ini mewakili Komandan Lanud Abd Saleh Marsekal Pertama TNI Irawan Supomo, SE. SIP, mengharapkan kepada peserta pelatihan Menwa untuk selalu menegakkan disiplin sebagaimana yang diterapkan di lingkungan TNI, karena dengan disiplin, kita akan mematuhi semua peraturan yang berlaku di negara ini dan tidak akan melakukan hal-hal yang tidak dinginkan. "Hal ini mengingat Resimen Mahasiswa merupakan salah satu kekuatan cadangan dalam sistem Pertahanan Nasional", tegasnya. Kunjungan yang dilaksanakan selama satu hari ini, diakhiri dengan Joy Flight menggunakan pesawat Hercules keliling kota Malang.